Derai Luka
Hujan
berderai luka
Ku sambut
dengan suka
Ku nanti
dengan setia
Walau
hitam pegam menghias angkasa
Tak ubahku
berpaling darinya
Ku buka
kedua mata
Menatap
indahnya spektrum warna
Terindah
lagi engakau yang di sana
Yang
sanggup bungkamkanku seribu bahasa
Mulutku
dibuat bisu karenanya
Meski
sekadar menyapa
Entah
mengapa
Aku selalu
memikirkannya
Ego membutakan
segalanya
Naif,
itulah pantasnya
Inilah
akhir dari fatamorgana
Komentar
Posting Komentar