Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016
Your Destiny, My Destiny Our Destiny             Berbondong-bondong manusia kelaparan dengan ilmu. Bagi mereka segala yang ada di dunia ini adalah ilmu. Alam semesta memberikan mereka pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, membangkitkan rasa penasaran itu dan mulai mencari jawaban. Mereka tak pernah puas dengan ilmu yang didapatinya saat ini. Awal tujuannya mencari ilmu, sebagian besar dari mereka menimba ilmu yang kemudian digunakannya untuk meraup harta yang sebanyak-banyaknya. Berharap asa dari iming-iming bunga tidur tentang ilmu yang dapat mengentaskan kemiskinan yang saat ini membelenggu leher-leher manusia jangkung itu karena untuk makan saja penuh dengan perjuangan membanting tulang, cucuran keringat, bahkan linangan darah merah segar ia korbankan guna memenuhi nafsu lambungnya. Perkampungan itu sungguh kumuh. Manusianya digerogoti malas dalam jiwanya, membuat mereka seperti tumpukan sampah  tak berguna. Sungguh...
Sekolah Bukan Sekedar Mimpi Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya memakai seragam sekolah. Betapa gagahnya tubuh ringkih ini memakai sehelai kain merah dan putih, mungkin itu hanya mimpi belaka. Mimpi yang terbang dibawa hempasan angin, apakah dapat jadi kenyataan atau tidak. Di saat teman-teman sebayaku tengah bersekolah, menikmati masa kanak-kanaknya bercanda ria, bahkan berbagi bekal sekalipun, aku rela mengintipnya dari kejauhan sembari membawa karung beras yang sudah usang berisi botol-botol bekas dipunggungku. Bahkan, aku pun tak tahu siapa orang tuaku, menurut warga desa, aku adalah anak buangan dari mereka. Mereka meletakkanku begitu saja di pinggir sawah, seperti aku ini anak kucing saja, ditinggalkan seenaknya begitu saja. Kucing pun juga punya nurani, apalagi manusia yang diberi akal pikiran dan hati nurani oleh Tuhan. Aku tak habis pikir, betapa kejamnya kedua orang tuaku, meninggalkan buah hatinya sendiri di sini. Hidup sendiri. Hingga aku diasuh orang tua – yang ...